Waingapu, 1 Agustus 2026 – Dalam semangat menyambut dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Program Studi DIII Keperawatan Waingapu Poltekkes Kemenkes Kupang menyelenggarakan Ibadah KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran) 2026 sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus momentum memohon penyertaan Tuhan dalam setiap proses pendidikan yang akan dijalani sepanjang tahun akademik.
Mengusung tema "Mengawali Tahun Ajaran Baru dengan Iman, Harapan, dan Semangat Baru," kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, integritas, kebersamaan, serta komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Pelaksanaan ibadah dilaksanakan secara serentak sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta, sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman dan semangat toleransi yang terus dijunjung tinggi di lingkungan Prodi DIII Keperawatan Waingapu.
Kristen Protestan: Pdt. Sherlin Lesniawati Wudi Padadengo di Gereja Kristen Sumba Kambajawa.

Dalam ibadah Kristen Protestan yang dipimpin oleh Pdt. Sherlin Lesniawati Wudi Padadengo, jemaat diajak merenungkan Firman Tuhan dari Amsal 16:3, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu”. Melalui Firman tersebut, Pdt. Sherlin mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan awal tahun ajaran sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, karakter, pengetahuan, dan pelayanan. Setiap rencana dan tanggung jawab akademik hendaknya diawali dengan penyerahan diri kepada Tuhan, sehingga setiap usaha tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia, tetapi juga bersandar pada hikmat dan penyertaan-Nya. Pdt. Sherlin juga mengingatkan pentingnya menjalankan tugas dengan integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menjadikan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan keperawatan sebagai wujud pengabdian yang dilandasi kasih dan ketulusan. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk lulusan yang unggul, berkarakter Kristiani, rendah hati, peduli, dan memiliki semangat melayani. Dalam ibadah Kristen Protestan yang dipimpin oleh Pdt. Sherlin Lesniawati Wudi Padadengo, jemaat diajak merenungkan Firman Tuhan dari Amsal 16:3, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu” Melalui Firman tersebut, Pdt. Sherlin mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan awal tahun ajaran sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, karakter, pengetahuan, dan pelayanan. Setiap rencana dan tanggung jawab akademik hendaknya diawali dengan penyerahan diri kepada Tuhan, sehingga setiap usaha tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia, tetapi juga bersandar pada hikmat dan penyertaan-Nya. Pdt. Sherlin juga mengingatkan pentingnya menjalankan tugas dengan integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menjadikan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan keperawatan sebagai wujud pengabdian yang dilandasi kasih dan ketulusan. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk lulusan yang unggul, berkarakter Kristiani, rendah hati, peduli, dan memiliki semangat melayani.
Katolik: Rm. Firminus Bonefasius Bego, Pr. di Gereja Katolik Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa.

Dalam ibadah Katolik yang dipimpin oleh Rm. Firminus Bonefasius Bego, Pr., umat diajak merenungkan Sabda Tuhan dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati. Ketika seorang dirampok dan terluka, ada orang-orang yang melihatnya tetapi memilih lewat begitu saja. Namun, orang Samaria justru berhenti, menolong, merawat, bahkan mengorbankan waktu, tenaga, dan hartanya demi orang yang tidak dikenalnya. Melalui kisah ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Memasuki tahun ajaran baru, kita diajak untuk tidak hanya memiliki semangat belajar, tetapi juga semangat melayani. Iman yang kita miliki hendaknya tampak dalam kepedulian kepada sesama. Harapan yang kita bawa mendorong kita untuk terus bangkit menghadapi setiap tantangan. Dan semangat baru menggerakkan kita untuk saling mendukung, menghargai, dan menjadi berkat bagi teman, dosen, serta semua orang yang kita jumpai. Terlebih sebagai mahasiswa keperawatan, kisah Orang Samaria yang Baik Hati menjadi teladan nyata bagi panggilan kita. Kita dipersiapkan bukan hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga pribadi yang memiliki belas kasih, siap menolong, dan melayani tanpa membeda-bedakan. Perenungan ini memperkuat tema "Mengawali Tahun Ajaran Baru dengan Iman, Harapan, dan Semangat Baru," serta mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan kasih, kepedulian, dan pelayanan sebagai budaya kampus dalam membentuk lulusan yang profesional, humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.
Islam: Ust. Ahyar Abdul Muthalib, S.Pd.I di Musholla Rufaidah Al-Asalmiya Prodi DIII Keperawatan Waingapu.

Dalam tausiyah Ust. Ahyar Abdul Muthalib, S.Pd.I berjudul “Keutamaan Doa” mengajak seluruh peserta agar menjadikan doa sebagai kekuatan dalam mengawali semester baru. Melalui doa, sivitas akademika memohon kepada Allah SWT agar diberikan keikhlasan dalam menuntut ilmu, kemudahan memahami pelajaran, kesehatan dan kekuatan menjalankan aktivitas, akhlak yang mulia, semangat untuk saling membantu, serta keberkahan ilmu agar dapat diamalkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Ust. Ahyar juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan ilmu yang bermanfaat sebagai salah satu amal yang pahalanya terus mengalir, sehingga setiap proses belajar hendaknya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Selain berdoa, Ust. Ahyar mengajak mahasiswa untuk memohon restu kepada orang tua dan dosen serta meminta maaf apabila pernah melakukan kesalahan, agar setiap proses perkuliahan, praktik, hingga menghadapi Uji Kompetensi (UKOM) senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan. Ust. Ahyar berharap semester ini menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, rajin beribadah, berakhlak mulia, dan mampu meraih prestasi yang membanggakan.
Rangkaian Ibadah KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran) 2026 menjadi momentum yang bermakna bagi seluruh sivitas akademika Prodi DIII Keperawatan Waingapu Poltekkes Kemenkes Kupang dalam mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan hati yang penuh syukur, iman yang teguh, harapan yang kokoh, dan semangat baru untuk berkarya. Melalui Firman Tuhan dari Amsal 16:3, seluruh peserta diingatkan untuk menyerahkan setiap rencana dan karya kepada Tuhan agar setiap langkah memperoleh penyertaan dan keberhasilan. Melalui permenungan Injil tentang Orang Samaria yang Baik Hati, sivitas akademika diajak mewujudkan kasih melalui tindakan nyata, kepedulian, serta pelayanan yang tulus tanpa membeda-bedakan. Sementara itu, melalui tausiyah Islam, peserta dikuatkan untuk menanamkan niat yang ikhlas dalam menuntut ilmu, menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai bagian dari ibadah, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keseluruhan pesan rohani tersebut menjadi landasan yang memperkokoh komitmen Prodi DIII Keperawatan Waingapu dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga berkarakter, berintegritas, humanis, toleran, serta memiliki jiwa pelayanan yang dilandasi oleh nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan dalam keberagaman, seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menjalani setiap proses pendidikan dengan dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, sehingga mampu menghasilkan karya, prestasi, dan pengabdian yang memberikan kontribusi nyata bagi institusi, masyarakat, serta pembangunan kesehatan bangsa.
Selamat memasuki Tahun Ajaran 2026/2027. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan hikmat, kekuatan, dan penyertaan-Nya kepada seluruh sivitas akademika Prodi DIII Keperawatan Waingapu, sehingga setiap langkah pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan keperawatan menjadi wujud nyata pengabdian kepada sesama serta menghadirkan lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, dan berdaya saing global.